Tuesday, September 25, 2012

Surrender to God

Akhir-akhir ini lagi sering mikir:
Okay, nothing to complain about my career or married life. I am content with all I have right now. Not too much, but okay. God is always with me in my life :')

Enjoying life, dalam artian bisa makan enak, tidur nyenyak, jalan-jalan, dan walaupun sekali-kali mengeluh krn kemacetan jkt, bisa dibilang hidup cukup dinamis, kadang2 sering juga sih merasa flat dan kosong.

Tapi apa iya hidup ini cuma untuk kerja, bersenang-senang, paying bills, (dan ahem..) menabung?
Mungkin ada faktor sampai sekarang Tuhan belum beri anak,dan aku cukup yakin, hidup saya dan suami tidak didefinisikan berdasarkan apakah kami punya keturunan atau tidak.
Jadi kalau ditanya, jelaskan siapa dirimu, pastinya tidak akan kujawab: saya anaknya bapak X, istrinya bapak B, dan ibunya Y & Z.
Yes, it's true your family defines you, but you can always have a definition about yourself :)

Balik lagi ke topik,
Jadi gue juga udah sampai di tahap pemikiran ttg menabung, sebenarnya how much is too much? bahkan Warren Buffet aja tidak akan pernah puas dgn apa yang sudah dimilikinya.

In my case, lagi2 sepertinya karena ada yg kosong, ada 1 hal yang belum terisi, dan walaupun sudah sadar sejak lama, tapi baru hari ini mata hati seperti terbuka dan terpanggil.

Apakah itu?

To have a life purpose, to live with a cause.
By helping others.

Setelah sekian lama, berkutat dan menanyakan diri sendiri, apa sih sebenarnya passion gue, kira-kira Tuhan mau aku punya rencana apa.

I think I kinda know the answer right now.

Pelan-pelan mulai mengerti kenapa perjalanan karir ditaro disana-sini, sepertinya mulai melihat sedikit lampu kecil di ujung jalan sana, dan sepertinya aku akan mengarah kesana.

Segalanya kuserahkan pada Tuhan, karena Ia yang empunya aku.

:'))


Monday, September 3, 2012

don't look down

Kalo sabar bisa dibeli mungkin udah dibeli aja, tapi sayangnya ndak iso, pake kekuatan batiniah juga gak iso, jadi emang sabarnya harus datang dari Tuhan, berdoa minta diberi kesabaran.

Pusing mikir berat2, seneng2 aja sama suami. Kruntelan berdua makan kenyang sampe megap2 di hanamasa,


abistu nangkring makan eskrim. 

 Life is good :)
Terima kasih, Bapa.

Catatan untuk diri sendiri:
 "Don't look down to anybody or you will become insensitive"



LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...