u know? I can recognize my bestfriend from far away... that good? yeahh... from her BUTTS! hauhauhauhaua...
way to go darling! everybody has to know more about Indonesia...

Go ngibing go!!!








Rabu, 20 Februari
PELANGI DI BALIK HUJAN
Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera (Yeremia 29:11)
Bacaan: Yeremia 29:10-14
Setahun: Bilangan 34-36
Nathaniel Hawthorne sangat kecewa. Ia baru saja menerima kabar pergantian jabatan di kantor Bea Cukai Boston, Massachusetts, tempatnya bekerja. Ternyata, ia diberhentikan. Berita buruk itu seakan-akan menggelegar di telinganya. Dunia seolah-olah sudah kiamat. Ia berjalan pulang dengan perasaan bingung dan gundah. Di pelupuk matanya terbayang wajah duka istrinya. Hawthorne semakin gelisah. Hari itu sungguh menjadi hari yang panjang baginya.
Setibanya di rumah, ia menceritakan perihal pemecatannya kepada istrinya. Sang istri dengan tatapan prihatin memeluknya, mengambil sebuah pena dan tinta, lalu meletakkan keduanya di meja dekat perapian. “Tidak usah bersedih,” katanya. “Kau punya banyak waktu sekarang. Kau bisa mulai menulis.” Empat tahun setelah kejadian memilukan itu Hawthorne menghasilkan sebuah novel yang membuat namanya terkenal di seluruh dunia: The Scarlet Letter.
Kegagalan di satu bidang kerap menjadi pembuka jalan bagi keberhasilan di bidang lain. Kuncinya adalah: tidak putus asa, terus berusaha, dan terutama tetap berpaut pada Tuhan, Sang Sumber Hidup. Jika Tuhan mengizinkan sesuatu terjadi, tentu ada maksud baik di balik hal itu.
Itulah janji Tuhan kepada umat-Nya dalam bacaan Alkitab hari ini. Di tengah penderitaan dan kegalauan akan gelapnya masa depan umat, Tuhan membawa berita pengharapan melalui Nabi Yeremia. Itu jugalah janji Tuhan kepada kita saat duka menerjang. Hanya, maukah kita percaya dan tetap menaruh pengharapan kepada-Nya? —AYA


"You're no fun anymore, cid!"

"Cid, .... (edited).. gwe cuma mau blg, gwe beliin lo MDL-25 (yg ternyata sbnrnya MDL-525, hehehe). gwe inget kmrn lo nyariin. gwe msh di rmh nyokap sih. ntar kita janjian aja ya".Auuww... terharu deh aku, padahal gwe nyebut tentang itu susu cuma sambil lalu aja, dia aja bingung itu buat apa, ya sbenernya buat lutut gwe sih yg makin hari makin menyebalkan ini..







"mbak, ini apaan sih?"jangan kapok ya, yg pusing!
"mbak, ini makannya gimana ya?"
"mbak, kok begitu sih?"
"ini pake saos yg mana?"
dsb dsb
"aciidd.. ini Nyonya XXXXX.." (nama belakang lakinya)respon pertama gwe: (WTF?) iyalah nama lo kan ada di phonebook gwe kalee!
"aduh, gwe kalo sabtu ini belanja ke Carrefour bok, gmn dong? lo taulah cid, gwe kan udah jadi ibu RT sekarang.."Sekali lagi yaa... WTH? gwe udah dari dulu jadi ibu RT aja santai mbak.. harus dipertegas itu euforia baru jadi bini orang? ckckkckck..
asli, tampar aja.. tulisan ini sebagai bukti omongan gwe.. Okeh?



Wahai Ilalang
Ku ingin berbisik padamu di sore hari ini …
Apalagi mentari mulai beranjak ke peraduan
Diam bungkam dalam di balik kelambu malam
Apa kabarmu sore Ini …?
Teriknya mentari di kala siang
Mengguratkan dahaga dalam pelukan kesejukan
Lelehan keringat menjadi bukti kerasnya perjuangan hidup
Dan...kau ilalang...
Banyak sudah memberi pelajaran....
Bagaimana agar tetap survive di tengah gurun kegersangan
Kau tak pernah mengeluh....
...tapi tetap teguh untuk hidup dan memberi manfaat
Wahai ilalang
Ku ingin bermanja di hamparan daunmu
Singkirkan semua keangkuhan yang pernah menjelma
...yang sering berlindung di balik topeng tuk rendahkan sesama
Merasa paling sibuk dan paling penting
Sementara orang lain tidak lebih sub ordinan pelengkap masa
Sedikit hasrat beramal dengan apa yang dipunya
Karena merasa semua hasil kerja keras kita
...padahal semua hanyalah jembatan antara
Karena pemilik sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Pemurah
Wahai ilalang...
Engkau telah banyak memberi inspirasi
Walau tak ada seorangpun ingin menjadi Ilalang ...
Yang hanya bisa diinjak ....
Diremehkan ....
Seolah tiada guna ...dan manfaat
Ilalang ...
Adalah lambang pengabdian tulus pada sang Kuasa
Yang masih tetap mampu berpijak ketika badai menerjang
Lentik daunmu berkejaran menggapai angin dan membentuk sebuah sinergi
Ingin ku terus bermanja denganmu
Curahkan cerita-cerita cinta dan cita
Dan biarkan daunmu memelukku....
Dalam hasrat dan doa...
Sahabatku...
Apa yang akan kita bangun...
Akhirnya akan hancur ...
Usia kita sebentar lagi akan habis...
Ditelan zaman dan badan kita akan ditimbuni tanah merah
Teman setia kita hanyalah amal - amal sholeh
Di sinilah ku merenung
...tepat di depan gundukan tanah merah berupa permadani alam
